Jumat, 25 Mei 2012

Love Cannot Be Forced part 4


Bieber Love Story written by :  Intan Dwi Amalia

“Love Cannot Be Forced” part 4


“Love someone for what is on the inside, not for how they look on the outside.”

*****************************************************************************************
“agreed!” Fera mengulurkan tangannya dan tersenyum lega. Ternyata Ryan tidak seburuk yang ia bayangkan. Ryan menyambut uluran tangan Fera. Gadis yang menyenangkan, batin Ryan.

*****************************************************************************************

“so, you already met her ?’ tanya Justin kepada Ryan yang membawa pesanan mereka.
Justin, Ryan dan Chaz tengah berada di cafe favorit mereka. Sengaja bertemu untuk membicarakan tentang misi mereka.
“yep!”
“what do you think about her?” “does she beautiful ?”
“i think she is adorable enough. Not really beautiful.”
“not beautiful but adorable ? hmm...”
“she is a kind girl and...,” Ryan tersenyum dan ngangguk-ngangguk “and she has.... inner beauty. Yes! inner beauty”

“just once met and you said she is kind ? c’mon dude! Don’t talk about inner beauty. Inner beauty is invisble, its located to deep to be seen. Talk about something real. Something that can bee seen with eyes open, outter beauty.” (baru bertemu sekali dan kau bilang dia baik ? ayolah, jangan berbicara tentang ‘inner beauty’. Inner beauty’  itu tidak terlihat, letaknya terlalu jauh untuk dilihat. Bicara tentang sesuatu yang nyata saja. Sesuatu yang dapat dilihat dengan mata, ‘outter beauty’.) jelas Justin panjang lebar.
Ya namanya saja Justin si playboy cap ikan hiu, mana bisa dia melihat ‘inner beauty’ alias kecantikan dari dalam ? Justin hanya tau cewek cantik dan keren saja.

“i’m not a playboy like you, Justin. You only can see someone by they look outside. listen, Love someone for what is on the inside, not for how they look on the outside.” (aku bukan seorang ‘playboy’ seperti kau Justin. Kau hanya bisa melihat seseorang dari penampilan luar. dengar, cintai sesorang dari apa yang ada didalam, bukan dari bagaimana penampilan mereka dari luar.) Jawab Ryan sok bijak, tapi emang bijak sih.
“yeah..yeah..whatever you said. Aku akan tetap mengujinya.”
“mengujinya bagaimana ? kamu jangan macam-macam ya, Justin. Awas sampai-”
“keep calm, bro. I know what i’m doing.” Potong Justin dengan seulas semyum nakal di wajahnya.

Hey, Fedora Calista! I’m coming!!!

--------------------------------------------------------------------------------------

Keesokan harinya, di Vancouver International School, sekolah Fera.

“apa? Kamu di jodohin Fe? Terus kamu mau? Aduh Fe-”
“aduh, udah deh Duy, aku yang dijodohin kok kamu yang repot sih” Fera memotong omongan Duy, sahabatnya di sekolah ini. Kebetulan mereka sebangku jadi ya deket banget. 

Duy cewek oriental asal asia, tepatnya Indonesia. Dia punya rambut yang hitam dan 
bergelombang di bagian bawah. Matanya yang berwarna coklat dan memunyai kulit yang kuning. Duy bukan blasteran Cuma dia sekolah disini soalnya keluarganya pindah sejak Duy lulus SMP jadi ya mau tidak mau Duy harus ikut.
Jadi ceritanya, Fera sudah menceritakan semua tentang perjodohan ini kepada Duy. Dan Duy pun kaget. Secara mereka masih terlalu muda, umur mereka masih 17 tahun. Dan mereka pun masih berstatus sebagai pelajar.
“ya tapi kan kamu masih kelas 3 SMA Fe. Yakin mau nikah muda?”
“calm down dude! kamu berlebihan deh Duy, siapa juga yang mau nikah muda. Aku mau mengenal Ryan lebih dekat dulu. kita udah sepakat jalani aja dulu kok. Dan aku gak bakalan nikah muda kok. Gila aja, mungkin aku mau tunangan dulu.”
 “okay, up to you. I wish the best for you.”
“thank youu! Ryan orangnya baik kok. Lumayan cakep juga.”
“hmmm.. you must introduce him to me.”
“he drove me to school anyways.” (dia mengantarku kesekolah ngomong-ngomong.)
“you should meet me with him” ucap Duy sekali lagi yang dibalas anggukan oleh Fera karena Mrs. Jenny, guru biologi sudah datang.

*otherside*

Justin dan Chaz sedang bermain xbox di rumah Justin. lebih tepatnya, Chaz yang bermain. Justin sedang sibuk memikirkan cara untuk bertemu dengan Fera.
“Chaz, you must help me to find Fera.”
“hmm”
“Chaz, im serious.”
“i’m serious too...” jawab Chaz tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv. “i’m serious play this one.”
Justin tidak menjawab tapi malah mematikan tv yang sedang memainkan xbox.
“okay-okay” ucap Chaz menyerah “so, what did you say?”
“i said, you must help me to find out who Fera is.” Ucap Justin dengan penekanan di setiap kata agar Chaz mengerti “seperti mencari tahu di mana rumahnya, masih sekolah atau sudah bekerja dan hal-hal semacam itu.” Lanjut Justin
“okay, that’s not matter at all for Chaz Somers!” ucap Chaz dengan percaya diri.
“baiklah, aku serahkan hal ini kepadamu.” Chaz hanya menjawab dengan angkatan kedua jempolnya. Yap! Hal ini mudah saja dilakukan oleh Chaz. Dia bisa langsung tanya ke Ryan bukan ? ‘haha bodohnya Justin’ batin Chaz
Justin pergi ke pantry di saat Chaz mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sms kepada Ryan.


To : Butsy
From : Chazzy
“Hey dude! Are you busy ?”
 Sent!
Yang tak lama di balas oleh Ryan
“a lil bit, baru saja mengantar Fera ke sekolahnya. whatsup?”
“oh, dia masih sekolah? Just chillin with Justin here. Don’t you mind to join us ?”
“yes, kelass 3 SMA. sekolahnya sama seperti kita dulu haha dunia sempit sekali ya, bro? Aah, i want to but i have many things to do. How about tonight ?”
“okay, see you!”

Yap! Itu tadi percakapan antara Ryan dan Chaz via sms. Singkat cerita, Fera bersekolah di VIS (Vancouver International School) yang dulunya merupakan sekolah Justin, Chaz dan Ryan juga. Justin, Chaz dan Ryan sudah lulus 2 tahun yang lalu. Ketika Fera kelas 1 SMA VIS. Jadi disini Fera umur 17 tahun, sedangkan Justin dkk 19 tahun. Got it?
Well, aku tidak tahu bagaimana tingkatan sekolah di Amerika sana. Anggap saja sama seperti di Indonesia. Ok?
Disini bieber gang sudah kuliah. Diantara bieber gang, Ryan lah yang paling dewasa. Ryan sudah dibebani usaha keluarganya. Bisa dibilang, Ryan lumayan mapan. Jadi, selain kuliah Ryan juga mulai membantu mengelolah usaha keluarganya. Hal ini menyebabkan Ryan sangat sibuk, oleh karena itu Ryan hanya pemain cadangan di tim basket Justin. sedangkan Justin dan Chaz hanya sibuk kuliah dan latihan bassket saja. kebetulan Chustin berkuliah ditempat yang sama.


*****************************


That’s it part 4. Maaf gak post lamaaa banget.
Comment dan saran sangat dihargai;)
Intan xoxo

0 komentar:

Posting Komentar