Bieber Love Story
written by : Intan Dwi Amalia
“Love Cannot Be
Forced” part 4
“Love someone for
what is on the inside, not for how they look on the outside.”
*****************************************************************************************
“agreed!” Fera
mengulurkan tangannya dan tersenyum lega. Ternyata Ryan tidak seburuk yang ia
bayangkan. Ryan menyambut uluran tangan Fera. Gadis yang menyenangkan, batin Ryan.
*****************************************************************************************
“so, you already
met her ?’ tanya Justin kepada Ryan yang membawa pesanan mereka.
Justin, Ryan dan Chaz
tengah berada di cafe favorit mereka. Sengaja bertemu untuk membicarakan
tentang misi mereka.
“yep!”
“what do you think
about her?” “does she beautiful ?”
“i think she is
adorable enough. Not really beautiful.”
“not beautiful but
adorable ? hmm...”
“she is a kind girl
and...,” Ryan tersenyum dan ngangguk-ngangguk “and she has.... inner beauty.
Yes! inner beauty”
“just once met and
you said she is kind ? c’mon dude! Don’t
talk about inner beauty. Inner beauty is invisble, its located to deep to be
seen. Talk about something real. Something that can bee seen with eyes open, outter
beauty.” (baru bertemu sekali dan kau bilang dia baik ? ayolah, jangan
berbicara tentang ‘inner beauty’. ‘Inner beauty’ itu tidak terlihat, letaknya terlalu jauh
untuk dilihat. Bicara tentang sesuatu yang nyata saja. Sesuatu yang dapat
dilihat dengan mata, ‘outter beauty’.)
jelas Justin panjang lebar.
Ya namanya saja Justin
si playboy cap ikan hiu, mana bisa dia melihat ‘inner beauty’ alias kecantikan
dari dalam ? Justin hanya tau cewek cantik dan keren saja.
“i’m not a playboy
like you, Justin. You only can see someone by they look outside. listen, Love
someone for what is on the inside, not for how they look on the outside.” (aku
bukan seorang ‘playboy’ seperti kau Justin. Kau hanya bisa melihat seseorang
dari penampilan luar. dengar, cintai sesorang dari apa yang ada didalam, bukan
dari bagaimana penampilan mereka dari luar.) Jawab Ryan sok bijak, tapi emang
bijak sih.
“yeah..yeah..whatever
you said. Aku akan tetap mengujinya.”
“mengujinya
bagaimana ? kamu jangan macam-macam ya, Justin. Awas sampai-”
“keep calm, bro. I
know what i’m doing.” Potong Justin dengan seulas semyum nakal di wajahnya.
Hey, Fedora
Calista! I’m coming!!!
--------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya,
di Vancouver International School, sekolah Fera.
“apa? Kamu di
jodohin Fe? Terus kamu mau? Aduh Fe-”
“aduh, udah deh Duy,
aku yang dijodohin kok kamu yang repot sih” Fera memotong omongan Duy,
sahabatnya di sekolah ini. Kebetulan mereka sebangku jadi ya deket banget.
Duy
cewek oriental asal asia, tepatnya Indonesia. Dia punya rambut yang hitam dan
bergelombang di bagian bawah. Matanya yang berwarna coklat dan memunyai kulit
yang kuning. Duy bukan blasteran Cuma dia sekolah disini soalnya keluarganya
pindah sejak Duy lulus SMP jadi ya mau tidak mau Duy harus ikut.
Jadi ceritanya, Fera
sudah menceritakan semua tentang perjodohan ini kepada Duy. Dan Duy pun kaget.
Secara mereka masih terlalu muda, umur mereka masih 17 tahun. Dan mereka pun
masih berstatus sebagai pelajar.
“ya tapi kan kamu
masih kelas 3 SMA Fe. Yakin mau nikah muda?”
“calm down dude! kamu
berlebihan deh Duy, siapa juga yang mau nikah muda. Aku mau mengenal Ryan lebih
dekat dulu. kita udah sepakat jalani aja dulu kok. Dan aku gak bakalan nikah
muda kok. Gila aja, mungkin aku mau tunangan dulu.”
“okay, up to you. I wish the best for you.”
“thank youu! Ryan
orangnya baik kok. Lumayan cakep juga.”
“hmmm.. you must
introduce him to me.”
“he drove me to
school anyways.” (dia mengantarku kesekolah ngomong-ngomong.)
“you should meet me
with him” ucap Duy sekali lagi yang dibalas anggukan oleh Fera karena Mrs.
Jenny, guru biologi sudah datang.
*otherside*
Justin dan Chaz
sedang bermain xbox di rumah Justin. lebih tepatnya, Chaz yang bermain. Justin
sedang sibuk memikirkan cara untuk bertemu dengan Fera.
“Chaz, you must
help me to find Fera.”
“hmm”
“Chaz, im serious.”
“i’m serious
too...” jawab Chaz tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tv. “i’m serious play
this one.”
Justin tidak
menjawab tapi malah mematikan tv yang sedang memainkan xbox.
“okay-okay” ucap Chaz
menyerah “so, what did you say?”
“i said, you must
help me to find out who Fera is.” Ucap Justin dengan penekanan di setiap kata
agar Chaz mengerti “seperti mencari tahu di mana rumahnya, masih sekolah atau
sudah bekerja dan hal-hal semacam itu.” Lanjut Justin
“okay, that’s not
matter at all for Chaz Somers!” ucap Chaz dengan percaya diri.
“baiklah, aku
serahkan hal ini kepadamu.” Chaz hanya menjawab dengan angkatan kedua
jempolnya. Yap! Hal ini mudah saja dilakukan oleh Chaz. Dia bisa langsung tanya
ke Ryan bukan ? ‘haha bodohnya Justin’ batin Chaz
Justin pergi ke
pantry di saat Chaz mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sms kepada Ryan.
To : Butsy
From : Chazzy
“Hey dude! Are you
busy ?”
Sent!
Yang tak lama di
balas oleh Ryan
“a lil bit, baru
saja mengantar Fera ke sekolahnya. whatsup?”
“oh, dia masih
sekolah? Just chillin with Justin here. Don’t you mind to join us ?”
“yes, kelass 3 SMA.
sekolahnya sama seperti kita dulu haha dunia sempit sekali ya, bro? Aah, i want
to but i have many things to do. How about tonight ?”
“okay, see you!”
Yap! Itu tadi
percakapan antara Ryan dan Chaz via sms. Singkat cerita, Fera bersekolah di VIS
(Vancouver International School) yang dulunya merupakan sekolah Justin, Chaz
dan Ryan juga. Justin, Chaz dan Ryan sudah lulus 2 tahun yang lalu. Ketika Fera
kelas 1 SMA VIS. Jadi disini Fera umur 17 tahun, sedangkan Justin dkk 19 tahun.
Got it?
Well, aku tidak
tahu bagaimana tingkatan sekolah di Amerika sana. Anggap saja sama seperti di
Indonesia. Ok?
Disini bieber gang
sudah kuliah. Diantara bieber gang, Ryan lah yang paling dewasa. Ryan sudah
dibebani usaha keluarganya. Bisa dibilang, Ryan lumayan mapan. Jadi, selain
kuliah Ryan juga mulai membantu mengelolah usaha keluarganya. Hal ini
menyebabkan Ryan sangat sibuk, oleh karena itu Ryan hanya pemain cadangan di
tim basket Justin. sedangkan Justin dan Chaz hanya sibuk kuliah dan latihan
bassket saja. kebetulan Chustin berkuliah ditempat yang sama.
*****************************
That’s it part 4.
Maaf gak post lamaaa banget.
Comment dan saran
sangat dihargai;)
Intan xoxo

0 komentar:
Posting Komentar