Jumat, 11 Mei 2012

Love Cannot Be Forced part 1


Bieber Love Story written by :  Intan Dwi Amalia

“Love Cannot Be Forced” part 1

Gemuruh sorak-sorak penonton memenuhi Vancouver Basketball Arena. Saat ini di gedung itu sedang berlangsung pertandingan final kejuaraan antar tim bassket se-Vancouver. Suporter dari masing-masing tim memberi semangat dengan berbagai cara; dari meneriakan nama tim jagoan, yel-yel yang lucu, sampai meneriakkan nama pemain jagoan mereka. Ajang tahunan ini memang selalu disambut meriah oleh masyarakat Vancouver, Canada, karena ajang ini sangatlah seru dan pastinya sangat menyenangkan.  Apalagi jika tim Neirro melawan musuh bebuyutannya, Winner. Lebih heboh lagi di masing-masing klub ada ikon yang sejajar kemempuannya.

Di Neirro ada Justin Drew Bieber, kapten tim yang shooting-nya bikin pusing lawan karena selalu tepat sasaran. Sedangkan di Winner ada Logan yang blockingnya sangat kuat dan susah di robohkan. Tiap kali kedua tim ini bertanding, daerah tribun selalu saja penuh karena membludaknya penonton. Stadion selalu penuh dengan riuh-rendah sorakan penonton.

Permainan berlangsung dengan alot, karena permainan yang sama bagus dan seimbang. Sehingga sempat terjadi match poin atau kedudukan seri antara Neirro dan Winner. Akan tetapi kedudukan itu tak berlangsung lama setelah Justin berhasil menjebol block dari Logan dan melakukan shooting dengan indah dan masuk! Hal itu membuat Neirro memenangkan pertandingan pada hari ini.

Gemuruh penonton semakin menjadi-jadi. Penonton berdiri dan berteriak. Yang di tribun barat, suporter Neirro, bersorak gembira dan berlompat kegirangan. Sedangakan dibagian timur, suporter Winner, melompat kesal dan berteriak kecewa. Klasik. Namanya permainan pasti ada yang menang dan kalah, bukan?

Para pemain cadangan, manager dan pelatih serta teman-teman Justin menghambur kearah Justin dan menggendong Justin sangking senangnya. Justin mengelap keringat di dahinya. Terdengar suara cewek-cewek  yang mengelu-elukan nama Justin.  Justin memang bintang lapangan. Selain permain basketnya yang tidak diragukan lagi, Justin memiliki wajah yang tampan, keren, dan sebangsanya yang mampu membuat cewek-cewek terpesona melihatnya.

Justin tau betul pesonanya itu dan memanfaatkannya untuk menggaet cewek-cewek sehingga tidak salah jika dia dijuluki sebagai playboy kelas hiu, yang derajatnya lebih tinggi dari playboy kelas kakap!

Justin menebarkan senyum manis yang memikat dan melambaikan tangannya kepada penggemar yang sedang mengerubunginya. Yaahh, aku memang pantas untuk digemari dalam batinnya. Justin merasa puas dapat mengalahkan logan yang tak kalah keren dari Justin. Merasa bangga karena Logan secara sportif memberi selamat akan keberhasilannya.
Tak lama, Chaz menarik Justin dari kerumunan penggemar.
 “Justin, someone looking for you.” Bisik chaz sambil berkedip, tanda bahwa yang mencari Justin bukan orang sembarangan. Yupz! Yang datang gebetan Justin.
“where is she?” tanya Justin sambil melihat sekitar.
“in that car,” chaz menggerakkan tangannya menunjuk mobil Toyota Altis bewarna hitam yang terparkir di seberang jalan. “c’mon get in that car” suruh Chaz pada Justin yang dijawab denggan anggukkan.

Dengan cepat Justin menyebrang menuju Altis itu. Justin langsung masuk tanpa mengetuk kaca mobil dan duduk di kursi depan. Gadiss itu sedang mencoba menghilangkan rasa groginya dengan memainkan permainan Temple Run di ponselnya, berpura-pura tidak memedulikan Justin. Tapi Justin tahu itu karena jari-jari lentik gadisnya yang terlihat gemetaran.
Gadis itu adalah Caitlin Beadles, anak seorang pengusaha yang sebulan ini digebetnya. Awalnya, Caitlin sempat jual mahal tapi akhirnya dia luluh juga. Siapa sih yang gak takluk sama Justin ?

“eheeem” deham Justin. Caitlin menoleh. Waaww, Justin sempat melongo melihat Caitlin yang cantik sekali sore ini. Bola matanya yang besar dan berwarna coklat gelap, bulu matanya tebal dan lentik, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mungil dan merah, rambutnya yang blonde, serta lesung pipitnya membuat gadis ini terlihat sempurna. Uuuhhh mana tahan!
“kupikir kamu masih betah sama cewek-cewek disana itu” Caitlin melihat kesebrang.
“kenapa? Cemburu yaaa?” tanya Justin sambil meraih tangan Caitlin.
“mau apa kamu ? mandi dulu sana, kamu bau!” “oh ya? Tapi kamu suka kan ? aku mau nagih utang” jawab Justin sambil senyum nakal.
“what owe?” tanya Caitlin yang mulai cemas
“you owe me to kiss me if i win the game. And i won the game”
“did i ever say that?” “dont pretend like you never said that, even you have promised, babe.”
Caitlin diam saja karena memang dia telah berjanji kepada Justin akan menciumnya jika ia memenangkan pertandingan.
“hmm.. you forgot it ?” tanya Justin yang lagi mendekatkan wajahnya kepipi Caitlin. Caitlin tidak bergerak, dia kikuk dengan pelakuan Justin. Jantungnya berdegup kencang. Justin menikmati air muka Caitlin yang sedang salah tingkah ini.
“okay, forget it then” Justin menjauhkan wajahnya dari pipi Caitlin dan memerhatikan wajah Caitlin yang merah merona.
“get out from my car, Justin. Your fans are looking for you” Justin keluar dari mobil Caitlin sebelum Caitlin bener-bener salah tingkah. Ketika Justin membuka pintu mobil, Justin masih melihat bahwa pipi Caitlin masih merah. Alih-alih keluar Justin malah menarik tangan Caitlin dan mengecup pipi Caitlin dengan cepat dan berkata “i will pick you up at seven tonight.” Justin mengedipkan mata lalu meninggalkan Caitlin dengan jantung yang jungkir balik karena tindak kan Justin.


----------------------------------------------------------------------------------------------


so thats all part 1 :) what do you think ?
intan xoxo

0 komentar:

Posting Komentar