Bieber Love Story
written by : Intan Dwi Amalia
“Love Cannot Be
Forced” part 1
Gemuruh sorak-sorak
penonton memenuhi Vancouver Basketball Arena. Saat ini di gedung itu sedang
berlangsung pertandingan final kejuaraan antar tim bassket se-Vancouver. Suporter
dari masing-masing tim memberi semangat dengan berbagai cara; dari meneriakan
nama tim jagoan, yel-yel yang lucu, sampai meneriakkan nama pemain jagoan
mereka. Ajang tahunan ini memang selalu disambut meriah oleh masyarakat
Vancouver, Canada, karena ajang ini sangatlah seru dan pastinya sangat
menyenangkan. Apalagi jika tim Neirro
melawan musuh bebuyutannya, Winner. Lebih heboh lagi di masing-masing klub ada
ikon yang sejajar kemempuannya.
Di Neirro ada Justin
Drew Bieber, kapten tim yang shooting-nya bikin pusing lawan karena selalu
tepat sasaran. Sedangkan di Winner ada Logan yang blockingnya sangat kuat dan
susah di robohkan. Tiap kali kedua tim ini bertanding, daerah tribun selalu
saja penuh karena membludaknya penonton. Stadion selalu penuh dengan
riuh-rendah sorakan penonton.
Permainan
berlangsung dengan alot, karena permainan yang sama bagus dan seimbang.
Sehingga sempat terjadi match poin atau kedudukan seri antara Neirro dan
Winner. Akan tetapi kedudukan itu tak berlangsung lama setelah Justin berhasil
menjebol block dari Logan dan melakukan shooting dengan indah dan masuk! Hal
itu membuat Neirro memenangkan pertandingan pada hari ini.
Gemuruh penonton
semakin menjadi-jadi. Penonton berdiri dan berteriak. Yang di tribun barat,
suporter Neirro, bersorak gembira dan berlompat kegirangan. Sedangakan dibagian
timur, suporter Winner, melompat kesal dan berteriak kecewa. Klasik. Namanya
permainan pasti ada yang menang dan kalah, bukan?
Para pemain
cadangan, manager dan pelatih serta teman-teman Justin menghambur kearah Justin
dan menggendong Justin sangking senangnya. Justin mengelap keringat di dahinya.
Terdengar suara cewek-cewek yang
mengelu-elukan nama Justin. Justin
memang bintang lapangan. Selain permain basketnya yang tidak diragukan lagi, Justin
memiliki wajah yang tampan, keren, dan sebangsanya yang mampu membuat
cewek-cewek terpesona melihatnya.
Justin tau betul
pesonanya itu dan memanfaatkannya untuk menggaet cewek-cewek sehingga tidak
salah jika dia dijuluki sebagai playboy kelas hiu, yang derajatnya lebih tinggi
dari playboy kelas kakap!
Justin menebarkan
senyum manis yang memikat dan melambaikan tangannya kepada penggemar yang
sedang mengerubunginya. Yaahh, aku memang pantas untuk digemari dalam batinnya.
Justin merasa puas dapat mengalahkan logan yang tak kalah keren dari Justin.
Merasa bangga karena Logan secara sportif memberi selamat akan keberhasilannya.
Tak lama, Chaz
menarik Justin dari kerumunan penggemar.
“Justin, someone
looking for you.” Bisik chaz sambil berkedip, tanda bahwa yang mencari Justin
bukan orang sembarangan. Yupz! Yang datang gebetan Justin.
“where is she?”
tanya Justin sambil melihat sekitar.
“in that car,” chaz
menggerakkan tangannya menunjuk mobil Toyota Altis bewarna hitam yang terparkir
di seberang jalan. “c’mon get in that car” suruh Chaz pada Justin yang dijawab
denggan anggukkan.
Dengan cepat Justin
menyebrang menuju Altis itu. Justin langsung masuk tanpa mengetuk kaca mobil
dan duduk di kursi depan. Gadiss itu sedang mencoba menghilangkan rasa groginya
dengan memainkan permainan Temple Run di ponselnya, berpura-pura tidak
memedulikan Justin. Tapi Justin tahu itu karena jari-jari lentik gadisnya yang
terlihat gemetaran.
Gadis itu adalah Caitlin
Beadles, anak seorang pengusaha yang sebulan ini digebetnya. Awalnya, Caitlin
sempat jual mahal tapi akhirnya dia luluh juga. Siapa sih yang gak takluk sama Justin
?
“eheeem” deham Justin.
Caitlin menoleh. Waaww, Justin sempat melongo melihat Caitlin yang cantik
sekali sore ini. Bola matanya yang besar dan berwarna coklat gelap, bulu
matanya tebal dan lentik, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang mungil dan
merah, rambutnya yang blonde, serta lesung pipitnya membuat gadis ini terlihat
sempurna. Uuuhhh mana tahan!
“kupikir kamu masih
betah sama cewek-cewek disana itu” Caitlin melihat kesebrang.
“kenapa? Cemburu
yaaa?” tanya Justin sambil meraih tangan Caitlin.
“mau apa kamu ?
mandi dulu sana, kamu bau!” “oh ya? Tapi kamu suka kan ? aku mau nagih utang”
jawab Justin sambil senyum nakal.
“what owe?” tanya Caitlin
yang mulai cemas
“you owe me to kiss
me if i win the game. And i won the game”
“did i ever say
that?” “dont pretend like you never said that, even you have promised, babe.”
Caitlin diam saja
karena memang dia telah berjanji kepada Justin akan menciumnya jika ia
memenangkan pertandingan.
“hmm.. you forgot
it ?” tanya Justin yang lagi mendekatkan wajahnya kepipi Caitlin. Caitlin tidak
bergerak, dia kikuk dengan pelakuan Justin. Jantungnya berdegup kencang. Justin
menikmati air muka Caitlin yang sedang salah tingkah ini.
“okay, forget it
then” Justin menjauhkan wajahnya dari pipi Caitlin dan memerhatikan wajah Caitlin
yang merah merona.
“get out from my
car, Justin. Your fans are looking for you” Justin keluar dari mobil Caitlin
sebelum Caitlin bener-bener salah tingkah. Ketika Justin membuka pintu mobil, Justin
masih melihat bahwa pipi Caitlin masih merah. Alih-alih keluar Justin malah
menarik tangan Caitlin dan mengecup pipi Caitlin dengan cepat dan berkata “i
will pick you up at seven tonight.” Justin mengedipkan mata lalu meninggalkan Caitlin
dengan jantung yang jungkir balik karena tindak kan Justin.
----------------------------------------------------------------------------------------------
so thats all part 1 :) what do you think ?
intan xoxo

0 komentar:
Posting Komentar