Selasa, 13 Desember 2011

A. ASAM

A.                 ASAM

Asam adalah zat yang bila direaksikan dengan air menghasilkan ion H+ (Hidrogen) atau biasa juga disebut pendonor ion H+. Asam memiliki rasa yang masam dengan pH < 7. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan semakin kuat sifat asamnya. Asam juga bersifat korosif. Bila diuji dengan menggunakan kertas lakmus biru warnanya berubah menjadi merah, sedangkan bila di uji dengan kertas lakmus merah warnanya tetap merah. Selain itu, asam juga menghantarkan arus listrik. Beberapa contoh asam adalah sebagai berikut :

No.
Nama Asam
Terdapat Dalam
1.
Asam Asetat (CH3COOH)
Larutan cuka
2.
Asam Karbonat
(H2CO3)
Minuman berkarbonasi
3.
Asam Sulfat (H2SO4)
Baterai mobil , pupuk
4.
Asam Askorbat
(C6H8O6)
Jeruk, tomat, sayuran
5.
Asam Klorida (HCl)
Asam lambung, obat tetes mata
6.
Asam Benzoat
(C6H5COOH)
Bahan pengawet makanan
7.
Asam Laktat (C3H6O3)
Keju
8.
Asam Formiat
(HCOOH)
Sengatan lebah
9.
Asam Tartat (C4H6O3)
Anggur
10.
Asam Nitrat
(HNO3)
Pupuk, peledak
11.
Asam Fosfat (H3PO4)
Deterjen, pupuk
12.
Asam Borat
(H3BO3)
Larutan pencuci mata
13.
Asam Sitrat (C6H8O7)
Jeruk

Asam dibagi menjadi 2, yaitu asam kuat dan asam lemah.
1.   Asam Kuat adalah asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya. Contohnya yaitu Asam Klorida (HCl), Asam Nitrat (HNO3), Asam Sufat (H2SO4), Asam Bromida (HBr), Asam Iodida (HI), Asam Klorat (HclO3), dan Asam Peklorat (HclO4).
2.   Asam lemah adalah asam yang terionisasi sebagian dalam larutannya. Contohnya yaitu Asam Asetat (CH3COOH), Asam Karbonat (H2CO3), Asam Askorbat (C6H8O6), Asam Sitrat (C6H8O7).

B. BASA

     B. BASA

Basa adalah zat yang bila direaksikan menghasilkan ion hidroksida (OH-). Semakin banyak ion OH- yang dihasilkan semakin kuat sifat basanya. Basa dapat menetralkan ion H+ menjadi H2O. Basa mempunyai karakteristik pH > 7, rasa pahit dan licin, bersifat elektrolit dan jika diuji dengan kertas lakmus merah warnanya menjadi biru sedangkan jika diuji dengan kertas lakmus biru warnanya biru. Beberapa contoh basa adalah sebagai berikut :
No.
Nama Basa
Terdapat dalam
1.
Aluminium Hidroksida (Al(OH)3)
Deodoran, obat mag, antasid
2.
Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2)
Mortar dan plester
3.
Magnesium Hidroksida (Mg(OH)2)
Antasid
4.
Natrium Hidroksida (NaOH)
Bahan sabun


Basa dibagi menjadi dua yaitu basa kuat dan basa lemah.
1. Basa kuat yaitu basa yang menghasilkan ion OH dalam jumlah besar. Contohnya Natrium Hidroksida (NaOH), Kalium Hidroksida (KOH), dan Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2).
2. Basa lemah yaitu basa yang menghasilkan ion OH dalam jumlah kecil. Contohnya yaitu Amoniak (NH3).

C. GARAM

C. GARAM

Garam adalah hasil dari reaksi antara asam dan basa. Jika asam dan basa tepat habis bereaksi maka reaksinya disebut reaksi penetralan (reaksi netralisasi). Bila garam yang terbentuk berasal dari asam kuat dan basa lemah maka garam tersebut bersifat asam dan ber-pH < 7, contohnya NH4Cl. Sedangkan bila garam tersebut terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat maka garam tersebut bersifat basa dengan pH > 7, contohnya KNO2. Adapun garam yang bersifat netral yaitu dengan pH = 7, contohnya NaCl (Natrium Klorida), KCl (Kalium Klorida) dan KNO3 (Kalium Nitrat). Contoh garam adalah :

No.
Nama Garam
Rumus
Terdapat dalam
1.
Natrium Klorida
NaCl
Penambah rasa makan
2.
Natrium Bikarbonat
NaHCO3
Pengembang kue
3.
Natrium Karbonat
CaCO3
Cat tembok dan bahan karet
4.
Kalium Nitrat
KNO3
Pupuk, bahan peledak
5.
Kalium Karbonat
K2co3
Sabun dan kaca
6.
Natrium Fosfat
Na3PO4
Deterjen
7.
Amonium Klorida
NH4Cl
Baterai kering


D. PENGIDENTIFIKASIAN ASAM, BASA, DAN GARAM

D. Pengidentifikasian Asam, Basa, dan Garam

Asam, Basa, dan Garam dapat di identifikasi dengan menggunakan berbagai cara. Berikut adalah tabel yang menunjukkan warna identifikasi dalam larutan yang bersifat asam, basa, dan garam :
No.
Indikator
Larutan Masam
Larutan Basa
Larutan Netral
1.
Lakmus Merah
(LM)
Merah
Biru
Merah
2.
Lakmus Biru
(LB)
Merah
Biru
Biru
3.
Metil Merah
(MM)
Merah
Kuning
Kuning
4.
Metil Jingga
(MO)
Merah
Kuning
Kuning
5.
Fenolfatin
(PP)
Tidak
Berwarna
Merah
Tidak berwarna

Lakmus adalah sejenis zat yang diperoleh dari jenis lumut kerak. Alasan menggunakan lakmus sebagai indikator asam basa sebab lakmus memiliki beberapa keuntungan yaitu :
1. Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi dengan asam maupun basa.
2.  Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga dapat bertahan lama.
  3.  Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam bentuk lakmus kertas.

Selain indikator buatan ada pula indikator alami yang digunakan contohnya : bunga sepatu, kunyit, kulit manggis, kubis ungu atau jenis bunga-bungaan yang berwarna. Ekstrak bahan-bahan tersebut dapat memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam adan basa. Contohnya dengan menggunakan ekstrak kubis ungu dalam larutan asam, basa, dan garam sebagai indikator alami.


No.
Sifat Larutan
Warna Indikator
1.
Asam kuat
Merah tua
2.
Asam menengah
Merah
3.
Asam lemah
Merah keunguan
4.
Netral
Ungu
5.
Basa lemah
Biru kehijauan
6.
Basa menengah
Hijau
7.
Basa kuat
Kuning